JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah teken MoU dengan PT. Adira Dinamika Finance Tbk (unit usaha syariah) pada Jumat (13/2) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat.

Dari Muhammadiyah, tanda tangan dibubuhkan oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief. Sementara dari PT. Adira Dinamika Finance Tbk oleh Head of Syariah PT. Adira Dinamika Finance, Yusron.

Hilman dalam sambutannya menyampaikan ingin membangun kerja sama berkelanjutan. Sehingga ujungnya bisa saling menguntungkan, tidak hanya bagi Muhammadiyah tapi juga partner.

Menurutnya, saat ini Muhammadiyah terus membangun infrastruktur dan suprastruktur, serta beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang terus ekspansi, hal ini tentu membutuhkan partner.

Selain ekspansi, Muhammadiyah juga tengah melakukan revitalisasi fisik atau gedung, baik gedung perkantoran maupun AUM. Sebab rerata gedung Muhammadiyah dibangun pada tahun 70 dan 80 an.

“Dan saya kira Muhammadiyah juga sedang mendorong dengan tajdidnya, atau pembaruannya dengan sustainable innovation,” katanya.

Untuk mendorong realisasi agenda-agenda besar itu, imuh Hilman, Majelis, Lembaga, Ortom, termasuk AUM untuk bekerja sama secara baik dan saling memberi profit.

Sementara itu, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menjelaskan, kerja sama dengan PT. Adira Finance ini berfokus pada pemberdayaan bidang otomotif dan ekonomi.

Ada beberapa klausul dalam MoU ini, antara lain membangun kewirausahaan sosial untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, termasuk juga membuka peluang magang bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) berlisensi.

Di sisi lain, Yusron menyampaikan terima kasih telah diterima untuk bekerja sama dengan Muhammadiyah. Pada tahap awal ini, kerja sama akan dilanjutkan sinergi program dengan MPM PP Muhammadiyah.

“Menurut kami, kerja sama ini bukan sekadar kerja sama. Tapi lebih kepada kegiatan yang lebih terpadu, yang ujungnya membangun ekosistem,” katanya.

Melihat tantangan ekosistem bisnis ke depan yang kompleks. Oleh karena itu bekerja sama dengan Muhammadiyah adalah keniscayaan untuk membangun ekosistem bisnis syariah yang menjanjikan.