BANYUMAS – Dalam setiap perhelatan pengajian selapanan yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kembaran, ada satu sosok yang hampir tak pernah absen di balik layar. Ia tidak berdiri di podium, namun tanpanya, pesan-pesan dakwah yang disampaikan para kiai mungkin tidak akan sampai ke telinga ribuan jamaah dengan jernih.
Beliau adalah Fanny Arif Budiman, atau yang akrab disapa Mas Fanny. Warga Desa Pliken, Kecamatan Kembaran ini merupakan sosok kunci di balik sistem tata suara (sound system) setiap agenda besar Muhammadiyah di wilayah Kembaran.

Kiprah Mas Fanny sebagai operator sound system bukanlah sekadar hobi. Keahliannya mengolah vokal dan musik agar terdengar mantap namun tetap nyaman di telinga berakar dari profesi kesehariannya. Di kalangan warga Pliken dan sekitarnya, Mas Fanny dikenal sebagai teknisi bertangan dingin.
Sehari-hari, ia mengelola bengkel reparasi elektronik. Mulai dari kerusakan rumit pada smartphone, laptop, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya mampu ia tangani dengan tekun. Ketelitian yang ia terapkan di meja servis inilah yang ia bawa ke arena pengajian. Bagi Mas Fanny, memastikan suara kiai terdengar lantang dan bersih adalah bentuk khidmah atau pengabdiannya kepada organisasi.
Tak hanya mumpuni di bidang teknis, Mas Fanny juga memikul amanah besar di struktural organisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pliken. Jabatan ini menunjukkan kapasitas kepemimpinannya yang diakui oleh warga Muhammadiyah setempat.
Menariknya, meski menjabat sebagai orang nomor satu di Ranting Pliken, Mas Fanny tidak segan untuk "turun gunung" menggulung kabel, menyetel mixer, dan memantau kualitas suara dari sudut lapangan atau aula pengajian. Profilnya menjadi antitesis dari kesan pemimpin yang hanya duduk di barisan depan.
"Beliau itu sosok yang komplet. Ya teknisi, ya pemimpin, ya pelayan umat. Kalau sedang pengajian selapanan, Mas Fanny itu yang paling sibuk memastikan audio tidak ada kendala (storing), supaya jamaah bisa khusyuk mendengarkan pengajian," ujar salah satu warga Muhammadiyah Kembaran.
Kisah Mas Fanny Arif Budiman adalah teladan nyata tentang bagaimana profesi dan keahlian pribadi dapat diwakafkan untuk kepentingan dakwah. Di tengah kesibukannya melayani pelanggan yang ingin memperbaiki laptop atau HP, ia selalu meluangkan waktu untuk memastikan agenda-agenda PCM Kembaran berjalan sukses.
Melalui tangannya, teknologi elektronik tidak hanya menjadi alat komunikasi duniawi, tetapi menjadi sarana penyambung lidah para ulama dalam menyampaikan kebaikan. Dari Pliken untuk Kembaran, Mas Fanny membuktikan bahwa setiap orang bisa berkontribusi bagi umat melalui apa yang ia kuasai.
Penulis: Ilham Aris S. S.Pd.I.
(Perbatasan Mersi - Ledug)



Diskusi Jamaah
0 Tanggapan
Silakan masuk untuk berdiskusi.