DONASI

NAVIGASI

Damai Hati dengan Qonaah: Menemukan Kekayaan Sejati dalam Syukur

Redaksi
Redaksi PCM Kembaran
4 Mei 2026•531 Kali Dibaca

Damai Hati dengan Qonaah: Menemukan Kekayaan Sejati dalam Syukur
Oleh: Santhy Hawanti, Ph.D.
(Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dalam hiruk-pikuk kehidupan dunia yang sering kali mengukur kesuksesan dari banyaknya materi, kita sering lupa bahwa ketenangan hati yang hakiki justru bersumber dari dalam jiwa. Salah satu kunci utama untuk meraih kedamaian tersebut adalah dengan memiliki sifat qonaah, yaitu sikap ridha dan merasa cukup atas segala pemberian Allah SWT tanpa disertai rasa iri maupun tamak.

Hakikat Qonaah dan Keberuntungan Seorang Muslim

Qonaah bukan sekadar merasa cukup, melainkan sebuah bentuk penerimaan yang tulus terhadap takdir Allah. Rasulullah ď·ş menegaskan bahwa keberuntungan sejati seorang Muslim terletak pada kecukupan rezeki yang dibarengi dengan hati yang qonaah. Sifat ini menjadi benteng utama dari keserakahan yang muncul akibat ketidakpuasan terhadap nikmat-Nya.

Allah SWT mengingatkan kita dalam QS. Taha ayat 131 agar tidak menyibukkan pandangan pada kenikmatan dunia yang diberikan kepada orang lain. Perhiasan dunia tersebut hanyalah ujian, sementara rezeki dari Allah jauh lebih baik dan kekal. Sebagai contoh, kebahagiaan seorang ibu yang tetap bersyukur meski hanya menyajikan hidangan sederhana seperti tempe dan sayur bagi keluarganya adalah wujud nyata dari qonaah yang membawa berkah.

Qonaah Bukan Berarti Malas

Perlu dipahami bahwa qonaah tidak sama dengan malas bekerja. Seorang Muslim tetap dianjurkan untuk berikhtiar secara maksimal, namun ia menerima hasil akhirnya dengan lapang dada. Hal ini selaras dengan pesan dalam QS. Al-Hadid ayat 23 yang mengajarkan agar kita tidak terlalu bersedih atas kegagalan dan tidak sombong saat meraih keberhasilan. Layaknya seorang pedagang di pasar, ia tetap tenang meski dagangannya tidak laku, karena yakin rezekinya telah diatur oleh Allah.

Tanpa qonaah, manusia tidak akan pernah merasa puas. Rasulullah ﷺ mengibaratkan bahwa jika anak Adam memiliki satu lembah emas, ia pasti akan menginginkan yang kedua, dan ketamakan itu baru akan berhenti saat kematian menjemput. Orang yang tamak akan selalu merasa kurang meski sudah memiliki rumah besar, sementara orang yang sederhana namun qonaah akan hidup bahagia di rumah kecilnya.

Buah dan Penerapan Qonaah dalam Keseharian

Memiliki sifat qonaah mendatangkan berbagai manfaat luar biasa bagi kehidupan, antara lain:

  1. Hati lebih damai dan tenang.
  2. Hidup lebih sederhana dan terhindar dari jeratan utang.
  3. Dijauhkan dari penyakit hati seperti iri dan dengki.
  4. Menjadi pribadi yang pandai bersyukur.

Untuk menerapkan sifat ini, kita bisa membiasakan diri melihat ke bawah kepada mereka yang kondisinya lebih sulit agar tidak meremehkan nikmat Allah. Dalam lingkup keluarga, qonaah berarti menerima kondisi ekonomi rumah tangga dengan syukur dan tidak menuntut secara berlebihan kepada suami. Secara sosial, kita dilatih untuk turut berbahagia atas nikmat tetangga tanpa harus merasa iri.

Sebagai penutup, marilah kita senantiasa berdoa memohon kepada Allah agar dijadikan hamba-Nya yang qonaah. Ingatlah bahwa kekayaan yang sesungguhnya bukanlah pada banyaknya harta, melainkan pada kekayaan jiwa yang merasa cukup dengan apa yang ada. Dengan qonaah, hidup yang sederhana pun akan terasa penuh dengan keberkahan.

Wassalamu’alaikum Wr .Wb.

Diskusi Jamaah

0 Tanggapan

Silakan masuk untuk berdiskusi.