DONASI

NAVIGASI

Ketenangan Hati Melalui Sabar dan Sholat Membantu Menjaga Tekanan Darah

Redaksi
Redaksi PCM Kembaran
9 Agustus 2026506 Kali Dibaca

Ketenangan Hati Melalui Sabar dan Sholat Membantu Menjaga Tekanan Darah

Ditulis Oleh : Nur Isnaini
Dosen Fikes Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Kehidupan ini tidak akan pernah lepas dari berbagai berbagai urusan dan masalah. Setiap individu memiliki permasalahan dan tantangan yang berbeda-beda. Permasalahan yang dialami bisa berupa masalah ekonomi, pekerjaan, pendidikan, keluarga dan masalah kesehatan yang akan memengaruhi pikiran. Kesibukan dunia ini akan terus berjalan dan sering membuat manusia merasa terburu-buru, mudah marah, sulit beristirahat, bahkan kehilangan ketenangan hidup. Jika tidak disikapi dengan bijak berbagai tekanan tersebut dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental, masalah fisik dan mental akan memengaruhi kualitas tidur dan dapat mengakibatkan stress serta berdampak terhadap tekanan darah.

Manusia membutuhkan ketenangan hati dan kesabaran sebagai rem tubuh sehingga yang teraktivasi adalah system parasimpatis maka dampaknya detak jantung melambat, tekanan darah menurun, otot rileks dan tubuh mode “aman”. Kestabilan tekanan darah sangat dibutuhkan agar seluruh organ tubuh seperti jantung, otak, ginjal dan organ lainnya mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup tanpa mengalami tekanan berlebihan. Dalam Islam, Allah memberikan dua kekuatan besar untuk menghadapi ujian hidup, yaitu sabar dan sholat. Menariknya, berbagai penelitian kesehatan modern juga menunjukkan bahwa ketenangan jiwa, relaksasi, pengendalian emosi, dan aktivitas spiritual dapat membantu menurunkan tekanan darah. Allah SAW berfirman dalam Dalam QS Al-Baqarah : 153.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Ayat ini menunjukkan bahwa sabar dan sholat bukan hanya ibadah, tetapi juga sumber pertolongan dan ketenangan hidup. Allah juga berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ketenangan hati sangat penting karena stres dan kecemasan yang berkepanjangan dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatis yang berdampak pada meningkatnya denyut jantung dan menaikkan tekanan darah. Saat seseorang dalam kondisi marah, cemas, atau stres, badan kita akan mengeluarkan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini dapat menyebabkan denyut jantung meningkat, pembuluh darah menyempit dan tekanan darah naik. Sebaliknya ketika dalam keadaan yang tenang, sabar tubuh akan mengaktifasi system saraf parasimpatis yang akan membuat tekanan darah, denyut nadi menjadi rileks.

Makna sabar bukan berarti pasif namun bagaimana mampu mengendalikan emosi dan tetap tenang saat ada masalah. Orang yang mampu mengendalikan stres cenderung memiliki tekanan darah lebih stabil dibanding mereka yang mudah marah dan cemas berlebihan. Aktifitas tenang diperoleh salah satunya saat seseorang melakukan sholat. Sholat bukan hanya sekedar ritual ibadah, tetapi juga melibatkan gerakan tubuh yang teratur seperti berdiri, rukuk, sujud, dan duduk. Gerakan ini membantu peregangan otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan memberikan efek relaksasi. Hasil penelitian tentang gerakan sholat pada penderita hipertensi menunjukkan bahwa gerakan sholat efektif menurunkan kecemasan dan tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitian lain menunjukkan bahwa relaksasi dan kegiatan yang meningkatkan ketenangan akan dapat membantu menurunkan tekanan darah melalui peningkatan aktifasi saraf parasimpatis. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan ajaran agama islam bahwa sholat yang khusyuk dapat menghadirkan ketenangan jiwa dan kesehatan tubuh.

Sholat bukan hanya kewajiban tetapi juga kebutuhan jiwa dan tubuh, didalamnya muncul ketenangan, harapan, dan kedekatan dengan Allah SWT yang mampu menenangkan hati. Ikhtiar lain untuk menjaga tekanan darah melalui cara mengendalikan emosi, mengatur pola makan sehat, melaksanakan olahraga secara rutin, istirahat tidur cukup, dan rutin memeriksa tekanan darah. Saat hati tenang, tubuh pun lebih mudah mencapai keseimbangan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan jasmani dan Rohani dan kemampuan untuk terus istiqamah untuk beribadah dan menjaga kesehatan sebagai amanah kesehatan.

Diskusi Jamaah

0 Tanggapan

Silakan masuk untuk berdiskusi.